Cerita Pengalaman

Cerita pengalaman
Aspek : Berbicara
Indikator :
1. Menyampaikan secara lisan pengalaman pribadi ( yang lucu, menyenangkan, mengharukan, dsb, ) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat
2. Menangggapi pengalaman pribadi yang disampaikan
Materi
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman pribadi ada yang dapat diceritakan kepada orang lain, ada pula yang tidak.
Contoh :
a. Cerita// pengalaman lucu
Pergi ke Sekolah
Pada suatu hari kira-kira pukul 16.00 rasa kantuk mulai menyerang. Akhirnya saya mulai merebahkan badan ke ranjang. Karena rasa kantuk sudah tidak bisa lagi ditahan, saya ttertidur lelap. Setelah tertidur entah berapa lama, saya terbangun. Perasaan saya sewaktu bangun hari sudah pagi. Tanpa menunggu lama, saya langsung mandi. Selesai mandi, saya berpakain seragam sekolah karena menurut perkiraan, saya pasti datang terlambat ke sekolah. Orang tua saya terheran-heran melihat tingkah laku saya. Akan tetapi, saya tak acuh terhadap keheranan orang tua saya. Saya ambil tas sekolah, lalu permisi untuk berangkat ke sekolah. Begitu tangan ayah saya raih, ayah tertawa terbahak-bahak. “ ia, sekarang bukan pagi, tapi baru masuk malam. Tidak terdengar tadi azan maghrib? “ kata ayah sambil tak henti-hentinya tertawa. Saya tak bpercaya akan kata-kata ayah, lalu saya mencoba keluar. Ternyata ayah saya benar. Saya tertawa tersipu malu. Saya lepas lagi seragam sekolah saya. Saya baru menyadari bahwa tingkah laku tadi karena tidur pada sore hari.

b. Cerita // pengalaman menyenangkan

Hadiah bagi Peraih Nilai Tertinggi
Semua orang jika mendapatkan hadiah,pasti akan merasa senang, sekalipun hadiah itu berupa hadiah hiburan. Suatu ketika,Pak Ilman guru matematika di sekolahku,memberikan ulangan harian. Seperti biasa Pak Ilman memberitahukan para siswa bahwa akan diadakan ulangan. Tentu saja, saya mempersiapkan diri baik-baik dengan belajar lebih giat.
Saat ulangan pun tiba. Benar juga, soal-soal yang saya pelajari banyak yang keluar. Wah, tentu saya sangat senang! Lagi pula, menurut saya, soal-soal itu sangat mudah. Rasanya, semua soal yang saya kerjakan dapat terjawab. Saya pun keluar ruangan dengan tenang.
Pada minggu berikutnya, Pak guru mengumumkan hasil ulangan. Pak Ilman menyebut teman saya, Fani, sebagai peraih nilai tertinggi ketiga. Kemudian, nilai terbaik kedua diraih oleh lukman. Nah, ketika nama yang memperoleh nilai tertinggi disebutkan, saya sungguh kaget. Betapa tidak, sebabb yang disebut adalah nama saya! Wah, ini jelas saya tidak duga sebelumnya!
Saya pun dipanggil ke depan. Pak Ilman memberikan hadiah kepada saya : sebuah bingkisan dengan sampul warna cokelat. Saya tahu isinya. Pak Ilman meminta saya membuka bingkisan itu. Setelah saya buka perlahan-lahan, teman-teman semua tertawa. Ternyata, isinya adalah satu bungkus permen coklat. Gelak tawa terdengar riuh dikelas. “ Terimakasih, Pak,” kata saya kepada beliau. Selanjutnya permen saya pun saya bagikan kepada teman-teman.
Kerjakanlah!
1. Kenanglah kembali beberapa pengalaman pribadi Anda yang lucu, menyenangkan, mengesankan, atau mengharukan!
2. Pilihlah salah satu pengalaman pribadi yang paling menarik, dan memungkinkan untuk diceritakan di hadapan teman-teman kalian!
3. Sampaikan pengalaman itu di depan kelas dengan intonasi, ekspresi, dan gerak-gerik tubuh yang sesuai!
4. Sementara itu, siswa lain yang mendengarkan cerita, memberikan penilaian kepada temannya yang sedang bercerita. Aspek yang kalian nilai meliputi materi cerita, ekspresi, dan penampilan. Pada akhirnya, kalian dapat menentukan siapa diantara teman-teman kalian yang paling menarik dalam menceritakan pengalaman pribadinya.

LEMBAR PENILAIAN
No Nama Materi cerita
B/S/C Ekspresi
SS/S/TS Penampilan
B/S/C
1.
2.
3.

Keterangan :
B : Baik
S : Sedang
C : Cukup
SS : Sangat sesuai
S : Sesuai
TS : Tidak Sesuai
Nilai tertinggi : 100

5. Setelah kalian selesai menceritakan pengalaman pribadi tersebut, mintalah teman-teman kalian bertanya tentang pengalaman pribadi yang kalian sampaikan! Jawablah pertanyaan mereka dengan jelas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: